EKSKLUSIFINTERNASIONAL

All Eyes on Rafah Menggema di Seluruh Dunia

×

All Eyes on Rafah Menggema di Seluruh Dunia

Sebarkan artikel ini

MEREBEJA.COM – Jalur Gaza tengah berada di bawah tekanan yang lebih berat setelah tentara Israel melakukan pemboman di daerah Tal as-Sultan di Rafah dan bagian lain dari wilayah kantong tersebut.

Dunia kembali menyorotinya. Pasalnya, tagar All Eyes on Rafah atau “Semua mata tertuju pada Rafah” sedang ramai di media sosial. Seruan menyusul kebakaran berkobar menyusul serangan Israel di daerah yang dianggap aman bagi pengungsi Palestina di Rafah, Gaza Selatan, Minggu, (26/5/2024).

Israel intensif melakukan pengeboman, ini terjadi sehari setelah serangan terhadap sebuah kamp di Rafah yang menewaskan 45 warga Palestina.

Diketahui, militer Israel telah melakukan operasi terbatas di Rafah sejak awal Mei 2024. Seperti dikutip dari livemint, seruan “All Eyes on Rafah” akhirnya membanjiri media sosial, banyak pasang mata di seluruh dunia memberikan dukungan kepada warga Palestina yang tinggal di Gaza.

“‘Semua mata tertuju pada Rafah’ adalah ungkapan yang mengacu pada genosida yang sedang berlangsung di Rafah, Gaza, dengan lebih dari 1,4 juta warga Palestina mencari perlindungan,” tulis akun Kedutaan Besar Iran di India dalam unggahan di X.

Seperti diketahui, Israel terus melancarkan serangan udara di wilayah tersebut. Padahal, Israel tengah menghadapi kemarahan global dan perintah Mahkamah Internasional (ICJ), yang menuntut Israel untuk mengakhiri operasi militer di wilayah tersebut.

All Eyes on Rafah menjadi trending topic di X, dengan unggahan berbagai video serta seruan untuk berhentinya serangan Israel yang disebut layaknya genosida.

“ISRAEL MELAKUKAN GENOSIDA!!! ALL EYES ON RAFAH!!!” tulis seorang warganet di X.

“ISRAEL baru saja MEMBOM pengungsi di dekat gudang UNRWA di barat laut Rafah ALL EYES ON RAFAH!” tulis yang lain, meramaikan hastag tersebut.

“ALL EYES ON RAFAH. JANGAN MELIHAT JAUH. JANGAN DIAM. INI HOLOCAUST RAFAH. INI ADALAH GENOSIDA. INI ADALAH PEMBERSIHAN ETNIS.#AllEyesOnRafah #FreePalestine,” tulis warganet lainnya.

Langkah bersejarah secara “simbolis” dilakukan tiga negara Eropa yakni Spanyol, Irlandia dan Norwegia yang secara resmi mengakui negara Palestina.

Dikutip dari CNN, Israel melancarkan serangan ke Rafah Minggu malam (26/5/2024), beberapa jam setelah Hamas melancarkan rentetan roket ke wilayah Tel Aviv, yang sebagian besar dapat dicegat. Setidaknya 45 orang tewas dan 200 lainnya terluka imbas serangan Israel menghantam kamp pengungsian di Rafah.

Militer Israel menyatakan, serangan hari Minggu ke wilayah Rafah selatan itu telah menargetkan dan membunuh dua agen senior Hamas. Namun hal ini juga memicu kebakaran yang dikutuk oleh warga Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Senin mengatakan, serangan yang dilakukan negaranya terhadap kamp tersebut sebagai “kesalahan tragis.”

Serangan tersebut memicu kemarahan global terhadap Israel. Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS mengatakan Israel “harus mengambil segala tindakan pencegahan untuk melindungi warga sipil”.

Banyak negara yang mengecam prilaku Israel, Yordania menuduh Israel melakukan “kejahatan perang yang berkelanjutan”, Arab Saudi mengutuk “pembantaian yang terus berlanjut”, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersumpah “untuk meminta pertanggungjawaban orang-orang barbar dan pembunuh ini”. Qatar mengutuk “pelanggaran berbahaya terhadap hukum internasional” dan menyuarakan “kekhawatiran bahwa pemboman tersebut akan mempersulit upaya mediasi yang sedang berlangsung” menuju gencatan senjata.