WARTA

DPRD Flotim Dinilai Tidak Konsisten Terhadap Waktu, Kenapa?

17
×

DPRD Flotim Dinilai Tidak Konsisten Terhadap Waktu, Kenapa?

Sebarkan artikel ini
Suasana Dalam Ruangan DPRD Kabupaten Flores Timur Saat Melaksanakan Rapat Paripurna Empat. (Arsenius/Merebeja.com)
Suasana Dalam Ruangan DPRD Kabupaten Flores Timur Saat Melaksanakan Rapat Paripurna Empat. (Arsenius/Merebeja.com)

MEREBEJA.COM- Anggota Dewa Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dinilai tidak konsisten terhadap waktu usai telat beberapa jam melaksanakan agenda paripurna empat berdasarkan waktu yang telah di sepakati.

Berdasarkan informasi yang diterima, rapat paripurna itu dijadwalkan, akan dilaksanakan pada Jumad (15/11/2024) pukul 09:00 wita. Namun sayangnya, sampai pada pukul 11:24 wita, rapat belum dimulai dan sejumlah anggota dewan masih duduk minum kopi di luar ruangan.

Pantauan Merebeja.com, keterlambatan itu menuai banyak keluhan dari anggota DPRD yang sedari tadi telah menunggu sembari menikmati kopi.

Ditengah rentetan keluhan yang keluar dari mulut para anggota dewan di luar ruangan itu, muncul seorang perempuan manyampaikan bahwa, Pj Bupati Flores Timur sudah tiba.

“Permisi bapak, ibu Penjabat Bupati sudah datang,” kata seorang perempuan diduga bidang kesekretariatan dengan santun menghampiri anggota dewan yang sedang minum kopi itu.

Menanggapi panggilan itu, mereka pun segerah masuk ke dalam ruangan untuk mengikuti rapat paripurna.

Tercatat, rapat itu dimulai pukul 11: 37 wita, dipimpin oleh Wakil Ketua, Hasan Basri, yang juga dihadiri Ketua DPRD, Albert Ola Sinuor.

Dalam tahapan pembukaan rapat oleh Wakil Ketua DPRD Flotim, langsung diinsterupsi oleh salah satu anggota dewan.

“Saya mohon maaf jika ini berlebihan. Sekali lagi mohon maaf, karena ketika berlebihan nanti dinilai politik identitas. Saya ini muslim, setiap Jumad harus sholawat, lalu terlambat seperti ini sudah kali kedua, kalau terus terlambat, maka jadwal ke Mesjid pun terhambat,” ujar Gaspar anggota DPRD Flores Timur.

Gaspar menaruh harapan, agar kedepannya mereka tidak melakukan kesalahan yang sama lagi.

Selain itu, saat berlangsungnya rapat paripurna empat, kursi yang seharusnya terpenuhi oleh anggota DPRD, nampak kosong tak terisi. ***