MEREBEJA.COM -Pasca erupsi Gunung Lewotobi laki-laki di Kecamatan Wulanggitan, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, seorang pengungsi atas nama Eny Tapun (67), dilaporkan meninggal dunia di Desa Hikong, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka pada Kamis (14/11/2024).
Diketahui, Almarhumah Eny Tapun, berasal dari Desa Baulatang, Kecamatan Wulanggitan, yang mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga di Dusun Natargahar, Desa Hikong sejak awal kejadian pada (4/11) lalu. Ia mengungsi bersama kedua anaknya.
Dikutip dari victorynews.id, Pater Stef Dampur, SVD membenarkan kematian Eny Tapun.
“Betul meninggal pagi tadi,” ujar Pater Stef.
Ia menyambung, berdasarkan informasi yang ia terima usai ritus pemberkatan jenazah bahwa, almarhumah tersebut diduga meninggal dunia karena sakit di bagian perut.
Selanjutnya, kata Pater Stef, almarhumah Eny Tapun dimakamkan di Natargahar pukul 15.00 wita.
“Beliau akan dimakamkan di Natargahar didahului dengan misa requiem yang akan saya pimpin sekitar jam 3 sore hari ini, Kamis (14/11),” ungkapnya siang tadi.
Pater Stef, mengaku, sudah berkoordinasi dengan dengan BNPB terkait pengadaan peti jenazah.
Selain itu, Caritas Keuskupan Larantuka, Paroki Hokeng dan Pater Charles Beraf, SVD turut membawakan sumbangan solidaritas duka untuk bantu meringankan beban duka keluarga.
“Sebagai Tim Pastor Paroki Hokeng, kami menyatakan turut berdukacita atas meninggalnya Ibu Eny Tapun,” ungkapnya lamban. ***
Sumber. victorynews.id.












