WARTA

Sampah Drainase Tidak Terurus, Jalan di Kota Maumere “Terendam”

19
×

Sampah Drainase Tidak Terurus, Jalan di Kota Maumere “Terendam”

Sebarkan artikel ini
Sampah Drainase Tidak Terurus, Jalan di Kota Maumere “Terendam”
Sampah Drainase Tidak Terurus, Jalan di Kota Maumere “Terendam”

MEREBEJA.COMDalam pantauan Tim merebeja.com, hujan deras dan tumpukan sampah drainase di kota Maumere, Kabupaten Sikka berpotensi menjadi banjir di beberapa titik ruas jalan di Kota Maumere. Tumpukan sampah di drainase kota Maumere yang tidak terurus, ditambah faktor relief kota yang rata memaksimalkan potensi banjir pada musim penghujan akhir tahun ini.

Dikutip dari pernyataan resmi BMKG di laman https://cuaca.bmkg.go.id/ kondisi cuaca hujan ekstrem pada sepekan terakhir hingga Selasa 10 Desember 2024 ini, diakibatkan oleh adanya bibit siklon tropis di daerah Samudera Hindia dan Sirkulasi Siklonik yang membentuk daerah Konvergensi yang memanjang di sebagian besar daerah di Indonesia. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah bibit siklon tropis, sirkulasi siklonik dan daerah konvergensi. 

Salah satu ruas jalan yang terdampak adalah Jalan Trans Nasional Maumere-Larantuka, tepatnya di Jalan Jenderal Soedirman, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur.  Genangan Air yang memenuhi hampir sebagian besar badan jalan ditambah dengan tumpukan sampah yang berserakan, menyebabkan terganggunya arus lalu lintas pada jalan tersebut.

Maria Lucia warga Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka mengeluhkan tentang genangan air dan tumpukan sampah di ruas jalan tersebut. “Kita jadi susah mau lewat jalan ini, karena air cukup tinggi dan banyak sampah berserakan, takutnya bisa terjadi kecelakaan,” pungkasnya.

Selain itu dirinya menyayangkan respon Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka melalui Dinas Lingkungan Hidup yang sampai saat ini belum mengambil tindakan pengendalian dan pencegahan, dalam menghadapi cuaca ekstrem pada akhir tahun ini. “Sampai saat ini belum ada tindakan dari Dinas terkait untuk penanganan sampah ini, seharusnya hal ini menjadi urgensi dikarenakan kita akan memasuki musim penghujan”.

“Kita harus kelola dengan baik saluran air ini, agar kita bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk menyambut pesta natal dan Tahun Baru di Bulan ini” tutupnya.

Penanganan Sampah dan tindakan preventif pencegahan banjir ini merupakan tanggung jawab semua pihak. Masyarakat Kabupaten Sikka sendiri perlu menekankan budaya pengelolaan sampah yang baik dengan tidak membuang sampah pada saluran drainase, sehingga pada saat musim hujan tidak menyebabkan sumbatan pada drainase yang berujung pada meluapnya air ke badan jalan.

Selain itu perlu adanya upaya kolaboratif dari Pemerintah Daerah dan Dinas Terkait untuk melakukan Upaya Preventif dan Penanganan terkait permasalahan sampah di drainase kota Maumere.