WARTA

Kisah Hidup Imas Suryani, Sang Pahlawan Kucing Terlantar

×

Kisah Hidup Imas Suryani, Sang Pahlawan Kucing Terlantar

Sebarkan artikel ini

MEREBEJA.COM – Memiliki kecintaan terhadap hewan adalah hal biasa. Hanya saja ada banyak bentuk ekspresi orang dalam mencintai hewan. Salah satu hewan yang banyak disukai dan dipelihara orang Indonesia adalah kucing.

Menurut data yang dirilis goodsats.id, dibanding burung dan anjing, orang Indonesia lebih suka memelihara kucing. Posisinya menempati urutan pertama dengan 47% persen, disusul burung 18%, ikan mas dan hias masing-masing 11%, anjing 10%, dan hewan lainnya.

Imas Suryani, perempuan kelahiran Tasikmalaya, hampir satu dekade bergerak sendiri menyelamatkan kucing-kucing terlantar. Tidak tanggung-tanggung, dirinya rela menyediakan rumah untuk menampunng ratusan kucing dan anjing. Tempat itu Imas namai Rescue Kucing Tasikmalaya 5 tahun silam, tepatnya pada bulan Desember.

Imas hampir setiap hari menerima laporan dan menganani kucing-kucing liar yang bermasalah. Mulai dari kucing dan anjing yang tertabrak motor, mobil, hingga kereta, belum lagi yang disengaja disiksa oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Bukan uang sedikit tentunya, untuk mengobati banyak kucing dan anjing ke klinik. Bahkan Imas mengaku kerap berhutang pada klinik. Di samping itu, pakan untuk hewan-hewan itu pun harus ada dalam setiap waktu.

“Seringkali spor jantung ya, bagaimana pun kucing yang sudah masuk ke sini gak mungkin kita lepas lagi. Spor jantungnya ketika pakan sudah menipis,” kata Imas kepada merebeja.com.

“Malah sampai sering ngutang ke klinik. Tapi untungnya klinik di Tasik baik-baik,” imbuhnya.

Namun dirinya bersyukur, banyak uluran tangan dari para donatur. Di Rescue Kucing Tasikmalaya, ada sekitar 120 ekor kucing dan 5 anjing yang ditampung.

Dari jumlah tersebut, banyak kucing yang memerlukan perhatian khusus. Perempuan yang awalnya berprofesi sebagai pedagang itu kini menghabiskan waktu kesehariannya bersama kucing-kucing itu. Dengan penuh semangat, Imas dalam setiap hari memenuhi kebutuhan hewan-hewan itu.

Dia mengatakan, kucing dan anjing di sana bisa diadopsi secara gratis. Selama ini pun, banyak yang menghantar kucing dengan beragam masalah dan ada pula yang datang untuk mengadopsi.

“Kalau di sini saya terima yang bermasalah saja, kalo kena virus saya gak terima karena sama saja membunuh yang lainnya,” ujar Imas.

“Kalau yang mau adopsi bisa datang langsung ke sini. Di sini adopsi gratis.” tukasnya.

Rescue Kucing Tasikmalaya juga membuka donasi untuk pakan, obat-obatan, serta keperluan kucing di sana. Donatur bisa menghubungi Instagram @rescuekucingtasikmalaya.