FIKSI

Motékar: Ta’dzim

×

Motékar: Ta’dzim

Sebarkan artikel ini

Oleh Ria Arista Budhiarti

“Setelah selesai solat isya kita makan malam bersama” ucap sang guru kepada Abdul dan Kamal, santri kesayangannya. Keduanya tentu girang mendengar hal itu, sudah terbayang makan malam istimewa dengan menu lezat selain nasi liwet yang biasa mereka temui di kobong.

Makan malam berlangsung khidmat dan khusyuk dengan doa bersama sebelumnya, meski Abdul dan Kamal hanya makan satu sendok nasi dan secuil ikan asin di hadapannya, sambil sesekali menyeka air mata saat sang guru juga menikmati lauk pauk kesukaannya itu.

Motékar adalah rubrik fiksi yang diasuh oleh para penulis. Tayang setiap hari memuat fiksimini dan puisi. Kirim naskah Anda ke @bejasaulas@gmail.com

FIKSI

Oleh Qeis Surya Sangkala “Bunda, mereka berlarian hendak menjemput….

FIKSI

Oleh Cevi Whiesa Manunggaling Hurip “Sudah selesai, Aa. Terima…