“Setelah selesai solat isya kita makan malam bersama” ucap sang guru kepada Abdul dan Kamal, santri kesayangannya. Keduanya tentu girang mendengar hal itu, sudah terbayang makan malam istimewa dengan menu lezat selain nasi liwet yang biasa mereka temui di kobong.
Makan malam berlangsung khidmat dan khusyuk dengan doa bersama sebelumnya, meski Abdul dan Kamal hanya makan satu sendok nasi dan secuil ikan asin di hadapannya, sambil sesekali menyeka air mata saat sang guru juga menikmati lauk pauk kesukaannya itu.












