Oleh Cevi Whiesa Manunggaling Hurip
Asap hitam membumbung tinggi usai terdengar suara ledakan sebanyak tiga kali. Di simpang jalan tempat penyaluran bantuan. Biasanya Ranif dan adiknya membawa rantang dan mengantri di sana. Setiap hari menjelang magrib. Hari ini mereka hanya duduk di reruntuhan sebuah ruko seraya menabuh rantang itu. Bagi mereka, mendapat makanan itu sulitnya seperti lulus tes CPNS di negara merdeka. Amat sulit. Intinya mereka tidak makan hari ini, besok belum tentu juga. Astaga.
Motékar adalah rubrik fiksi yang diasuh oleh para penulis. Tayang setiap hari memuat fiksimini dan puisi. Kirim naskah Anda ke @bejasaulas@gmail.com