EKOSISTEM

Ikan Pari Jawa Dinyatakan Punah

×

Ikan Pari Jawa Dinyatakan Punah

Sebarkan artikel ini
Ikan Pari Jawa. Foto: Edda Aßel, Museum für Naturkunde Berlin.

Ikan pari jawa merupakan salah satu dari hanya dua spesies ikan pari yang ada di Indonesia dan diyakini unik di wilayah Jawa dan sekitarnya. Pari banyak dieksploitasi dan dimanfaatkan di Indonesia, mencapai 60% dari total tangkapan elasmobranch (hiu dan pari) nasional.

Status Extinct (EX) atau punah, status tersebut kini melekat pada spesies pari jawa (Urolophus javanicus), menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List.

Menurut para peneliti, sejumlah masalah telah berkontribusi pada hilangnya ikan pari jawa. Penangkapan ikan secara intensif dan umumnya tidak diatur kemungkinan besar merupakan ancaman utama yang mengakibatkan berkurangnya populasi pari jawa, seiring dengan menurunnya hasil tangkapan ikan di pesisir sejak 1870-an.

Catatan menunjukkan, hasil tangkapan di pantai utara Jawa pada 1940 turun hingga hampir setengah dari tangkapan tahunan yang didaratkan pada 1860-an. Selain itu, pesisir utara Jawa, khususnya Teluk Jakarta, merupakan kawasan industri yang pesat, dan hilangnya serta degradasi habitat yang luas juga mungkin berdampak pada spesies ini.

“Dampaknya cukup parah hingga menyebabkan kepunahan spesies ini,” kata Julia Constance, Kandidat PhD Charles Darwin University (CDU) dan penilai utama, dikutip dari Charles Darwin University, (11/12/2023.)

Dalam IUCN, status extinct atau punah artinya tidak ada keraguan bahwa individu terakhir telah mati. Suatu takson dianggap punah jika survei menyeluruh pada habitat yang diketahui dan/atau diperkirakan, pada waktu yang tepat, sepanjang rentang sejarahnya tidak berhasil mencatat satu individu pun. Dalam biologi status ini berarti hilangnya keberadaan dari suatu spesies atau sekelompok takson. Status tersebut lebih buruk dari extinct in the wild (EW).

Penilaian status Punah pari jawa ini dinilai terakhir pada 31 Maret 2023, oleh sejumlah peneliti internasional yang dipimpin Charles Darwin University (CDU), yakni Constance, J., Ebert, DA, Fahmi, Finucci, B., Simeon, B. & Kyne, P.M. Para peneliti itu menyebut hilangnya ikan pari jawa, kerabat kecil ikan pari, merupakan kepunahan ikan laut pertama akibat ulah manusia.

Mereka menjelaskan, ikan jenis ini hanya diketahui dari holotipe atau satu spesimen yang dikumpulkan pada 1862 dari sebuah pasar ikan di Jakarta. Sebaran dan habitat keseluruhan spesies ini tidak diketahui secara pasti, namun karena kurangnya catatan di wilayah sekitarnya, spesies ini diasumsikan memiliki wilayah jelajah yang terbatas di Laut Jawa. Spesies ini berukuran kecil, dengan satu-satunya spesimen yang diketahui berukuran panjang total 33,8 cm.

Rekan Peneliti Senior Dr Peter Kyne, dari Lembaga Penelitian Lingkungan dan Mata Pencaharian Charles Darwin University menambahkan, pari jawa yang dinyatakan punah merupakan tanda peringatan bagi semua orang di seluruh dunia bahwa perlunya melindungi spesies laut yang terancam.

“Kita harus memikirkan strategi pengelolaan yang tepat seperti melindungi habitat dan mengurangi penangkapan ikan yang berlebihan sekaligus mengamankan penghidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya ikan,” kata Dr Kyne.